Sabtu, 09 November 2013

Kerja bakti sebagai upaya menjaga lingkungan dan silaturahmi


Kerja bakti atau Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Katanya berasal dari gotong = bekerja, royong = bersama.
 


            Kerja bakti merupakan kegiatan warga yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat itu sendiri.  Biasanya kerja bakti dikerjakan pada hari Minggu saat semua warga libur dengan pekerjaannya.  Kerja bakti adalah kegiatan sosial yang berguna untuk membersihkan lingkungan sekitar dari berbagai kotoran yang menganggu. Misalnya membersihkan got agar tidak mampet, menyiangi ilalang yang tumbuh di pinggir jalan agar jalan terlihat bersih, membersihkan makam kampung  dan lain sebagainya. Biasanya kerja bakti pada Minggu pagi dilakukan oleh bapak-bapak dan remaja lelaki.



Kerja bakti biasanya dikoordinir oleh ketua RT masing-masing. Tua muda, kaya miskin, dan semua warga dengan segala latar belakang berkumpul untuk bersatu padu membersihkan lingkungan mereka. Kerja bakti hendaknya dilakukan sebulan sekali atau lebih bagus lagi sebulan dua kali. Dalam kerja bakti inilah semua warga berkumpul dan bercengkrama layaknya sebuah keluarga. Kerja bakti juga menyatukan warga yang jarang bertemu dan bersosialisasi.  Suasana keakraban sangat terasa sekali dalam kerja bakti ini.

Di saat istirahat, biasanya teh hangat, kopi, dan gorengan (tahu/tempe) atau roti menemani warga yang ikut bekerja bakti. Sembari menikmati sajian yang biasanya disediakan oleh warga yang tidak dapat ikut kerja bakti, para warga bersatu berkumpul dengan cerita mereka masing-masing. Di masyarakat pedesaan, kerja bakti dianggap penting karena selain untuk menjaga kebersihan lingkungan fungsi lain dari kerja bakti adalah menjaga tali silaturahmi antar warga. Melalui kerja bakti pula, warga mengenal gotong royong demi membangun daerah mereka.

Kerja bakti hendaknya tetaplah dijaga sebagai tradisi yang dapat membangun sekaligus menjaga tali persaudaraan antar warga. Kerja bakti juga menghapuskan kesenjangan antara si kaya dan si miskin karena dalam kerja bakti semua bekerja sama rata ibaratnya berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Kerja bakti juga menyatukan dan mempererat tali persaudaraan antar warga karena lewat bekerja bakti inilah warga belajar bersosialisasi untuk mengenal dan menjaga lingkunganya.


Contohnya seperti di lingkungan jalan kemang utara IX (tempat tinggal saya) yang setiap bulannya mengadakan kerja bakti rutin untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman dan juga asri. Sebagai warga, saya juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini bersama warga dan teman-teman sebaya saya.



Karena rutinitas sehari-hari yang cukup padat, kerja bakti di lingkungan kemang utara IX dikerjakan setiap hari minggu. Kegiatan yang biasanya dilakukan adalah menyapu jalanan, membersihkan selokan serta memotong rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar jalanan.


Untuk warga yang tidak bisa ikut kerja bakti juga bisa ikut berpartisipasi dengan cara menyediakan makanan seperti cemilan, roti, gorengan, dan juga makanan ringan lainnya untuk disantap oleh warga yang selesai kerja bati atau gotong royong. Dengan demikian ikatan silaturahmi yang utuh bisa tetap dirasakan oleh seluruh warga, meskipun hanya setiap hari minggu saja.


http://id.wikipedia.org/wiki/Gotong_royong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar